Kagum

Oktober 15, 2009

Setelah Sekian Lama tidak pernah bercermin… tadi tanpa sengaja saya bercermin agak lama setelah mandi..
lalu saya tersenyum2 dan terkagum…..
bukan karena wajah saya (karena wajah saya bahkan jauh dari pas-pasan)
bukan juga karena bentuk tubuh (karena saya sama sekali tidak atletis)
Bukan juga Karena Ukuran “Anu yang wahh” (karena itu bukan kunci sebuah kepuasan)

tetapi karena saya menyadari bahwa kepala manusia terdiri dari beberapa lubang
1. Lubang Yang Bisa Digunakan terbatas oleh manusia…., namanya lubang hidung. kita bisa menahan napas bila tidak ingin menghirup sebuah bau… tapi kita tidak sepenuhnya berkuasa atas lubang itu
2. Lubang Yang bisa di gunakan sesuka hati oleh manusia tapi di atur oleh Tuhan…, Namanya mata, kedipan mata kita di atur secara alami oleh Tuhan
3. Lubang yang yang digunakan sesuka hati oleh kita…., namanya mulut… bahkan kita seringkali menggunakannya secara berlebihan
4.lubang yang di atur sepenunhnya oleh Tuhan, namanya lubang telinga…., kita tidak bisa menolak untuk mendengar, semakin kita menolak semakin apa yang kita dengar mempengaruhi pemikiran kita

sejanak saya terkagum2.. , Tuhan ingin kita mendengar sebanyaknya…… agar ketika melihat seuatu kita tidak tergoda…, agar ketika mencium harum sesuatu yang enak kita tidak menjadi rakus…., agar kemudian kita dapat mengukur apa yang kita keluarkan lewat mulut kita.

andai tak ada kata maka berhentilah detak peradaban manusia….., namun mereka yang memperkosa kata telah membunuh kebenaran…!!!

bukan apa yang masuk (mendengar, melihat, mencium) tapi apa yang keluar (mengatakan) itu yang penting…

pada kaca aku berbisik…. Bantu aku menjaga Mulut

(abner Paulus)

Negeri tempat sampah

Oktober 15, 2009

mungkin saja ada di antara kita yang pernah melintas di daerah pembuangan sampah atau tumpukan sampah…, merasa jijik lalu cepat2 menutup hidung…. dan bila kita sempat melihat para pemulung yang dengan serius sedang mencari2 sampah yang mungkin saja bisa di jual lagi untuk sekedar membeli sebungkus nasi tempe, kita akan berkata dalam hati kok bisa ya mereka itu hidup dalam tumpukan sampah…?
kejadian ini saya alami kemarin saat sedang mendorong motor saya karena kehabisan bensin melintas di sebuah Tempat pembuangan sampah…, seorang pengendara mobil yang mendahului saya cepat2 menaikan kaca mobil mewahnya sambil tersenyum sinis dan menggeleng-gelengkan kepala sambil memperlambat mobilnya memperhatikan para pemulung di Tempat Pembuangan sampah itu.
sejenak kesadaran saya melayang pada beberapa kenyataan:
ada sebuah Pabrik boneka berisi kapas di daerah Jawa Barat yang cukup besar…, pabrik itu ternyata milik orang Korea, semua bahan baku pabrik itu dikirim dari Korea, ternyata setelah diselidiki si pengusaha Korea itu membuat pabrik di Indonesia karena di Korea ada batasan pembuatan pabrik yang sama.. boneka2 yang berlabel made in Indonesia itu ternyata mahal harganya dan hanya untuk di eksport ke luar negeri.. namun cobalah dilihat buruh pabriknya berupah rendah dan limbah2 hasil pabrik itu dibuang di Indonesia… dan ternyata di Jawa barat bukan hanya satu pabrik seperti itu, bahkan ada pabrik sepatu Bot khusus untuk tentara Amerika yang dibuat di Indonesia, tetapi bahan bakunya di dikirim dari luar negeri dan Limbahnya ditinggalkan di Indonesia
beberapa waktu lalu ada pengiriman besar-besaran mesin bekas dari singapura ke Indonesia…, barang-barang rongsokan itu di pakai di Indonesia layaknya barang baru… atau lihatlah import kendaraan bermotor “kelas dua” dalam jumlah besar ke Indonesia…, mlihat harga yang murah lalu menetslah air liur kita.
lalu lihatlah juga produk yang kita import dari luat negeri… yang kita anggap praktis itu ternyata tidak bersahabt dengan alam, sementara negera2 maju malah memakai produk2 tradisional kita yang bersahabat dengan alam…
lebih parahnya lagi nich… begitu banyak kekayaan alam kita yang dikeruk olah negara-negara asing.. dan meninggalkan kita dalam kubangan limbah dari kekayaan alam kita sendiri, kita hanya dapat limbahnya…, Ya LAPINDO dan Freeport Contohnya
masih banyak pola-pola yang dipakai oleh negara-negara maju dan para pemilik modal asing untuk mendistribusikan sampah-sampah ke negeri kita ini…

saat kesadaran saya kembali, saya sadar bahwa saya, pengembara mobil itu, atau mungkin kita semua tidak pernah sadar, kalau negara kita sudah dijadikan tempat pembuangan sampah.

di negeri tempat sampah ini, kita semua tidak ada bedanya…, yang membedakan hanya sampah apa yang kita kumpulkan..

ya.. ini hanyalah imanjinasi saya yang lagi capek mendorong motor yang kehabisan bensin karena mesin bobroknya yang boros… imajinasi tentang sampah di negeri tempat sampah mohon di maafkan..!!!

(abner Paulus)

Polisi Bikin Macet

Agustus 21, 2008

Pulang Kos-Kosan
Waktu pulang kos-kosan naek becak, jalanan macet.
Saya : biasanya jam begini kan gak macet pak…..?
Abang Becak : mungkin ada polisinya di perempatan depan mas…
Saya : loh… bukannya ada polisi malah jadi lancer…?
Abang Becak : itu kalu polisi India mas…!
Saya : aah Abang kebanyakan film India nich