Kenapa Lalat Sulit Dipukul?

Agustus 30, 2008

Jumat, 29 Agustus 2008 | 23:51 WIB

Kompas JAKARTA, JUMAT — Sudah berapa kali Anda berhasil memukul lalat dengan tangan? Sulit bukan? Rahasia di balik kemampuan tersebut kini telah diketahui penjelasannya.

Selama 20 tahun meneliti biomekanika sayap lalat, Michael Dickinson dari Institut Teknologi California (Caltech) baru memecahkannya sekarang. Itu pun karena dia selalu penasaran terhadap pertanyaan yang sederhana dan sering dilontarkan banyak orang yang ditemuinya.

“Sekarang saya punya jawabannya,” ujar Dickinson yang melakukan penelitian bersama Esther M dan Abe M Zarem. Ia menemukan rahasia tersebut setelah merekam manuver sejumlah lalat yang terancam pukulan menggunakan kamera digital yang dapat merekam dengan kecepatan dan resolusi tinggi.

Mereka menemukan bahwa lalat dapat mengenali ancaman berdasarkan lokasi. Otanya akan menghitung seberapa jauh ancaman terhadapnya sebelum memutuskan untuk mengepakkan sayap dan kabur.

Setelah memprediksi arah ancaman, kakinya bertumpu untuk terbang ke arah yang berlawanan. Semua persiapan meloloskan diri dapat dilakukannya dengan sangat cepat, hanya 100 milidetik setelah ia mendeteksi adanya bahaya.

“Ini menunjukkan begitu cepatnya otak lalat memproses informasi sensorik menjadi respons gerakan yang sesuai,” ujar Dickinson. Bahkan, lalat mengatur postur tubuhnya sesuai besar ancaman.

Artinya, lalat telah mengintegrasikan dengan baik antara informasi visual dari mata dan informasi metasensorik di kakinya. Temuan ini memberikan petunjuk mengenai sistem saraf lalat dan menunjukkan bahwa di otaknya terdapat sistem pemetaan posisi ancaman.

“Ini sebuah transformasi rangsangan menjadi gerakan yang sedikit kompleks dan penelitian berikutnya mencari bagian otak yang mengaturnya,” ujarnya.

Dari sistem tersebut, Dickinson juga dapat menyarankan cara paling efektif memukul lalat. Menurutnya, waktu terbaik memukul lalat bukan saat posisinya siap terbang sehingga waktu yang dibutuhkannya untuk mengantisipasi ancaman tersebut relatif lebih lama. Tentu tak mudah melakukan gerakan akurat kurang dari 100 milidetik.

WAH
Sumber : PHYSORG

Kelihatanya sih jari tengah sudah lama dianggep sebagai lambang kontol di barbagai kebudayaan, mungkin karena bentuknya yang terpanjang diantara jari lainnya :P . Kalo lu sengaja acungin jari tengah lu ke orang lain maka itu dianggap sebagai penghinaan, walopun sebetulnya lebih menunjukkan sikap ‘menantang berkelahi’ daripada ‘kemesuman’. Menurut kontributor di Urban Legends Archive, jari tengah yang elu acungin berarti “dominasi kontol.”

Walopun versi paling populer tentang asal muasal cara menghina ini adalah pertempuran Agincourt di tahun 1415,cara penghinaan paling kasar ini sebenernya berasal jauh lebih kuno lagi yaitu pada masa Yunani dan Romawi kuno. Sumber tertulis dari orang yang “ngacungin jari tengah” berasal dari tulisan Aristophanes, yang bercerita dalam drama “The Clouds,” pada tahun 423 sebelum masehi. Orang Romawi bahkan punya nama khusus untuk jari tengah ini — digitus infamis (jari yang gak terkenal) atau digitus impudicus (jari kurang ajar).

Walopun interpretasi jari tengah berbeda di tiap negara, tapi memang ini cara penghinaan yang paling terkenal. Di Inggris, orang ngacungin dua jari dengan telapak menghadap kemuka, atau telunjuk dan jari tengah diacungin bareng (telapak tetep ngadep muka) buat menghina orang. Dan ada satu kasus di pengadilan Jepang baru-baru ini, seorang hakim memvonis, “Arti dari ngacungin jari tengah tangan kanan ke bawah dianggap sebagai tindakan provokasi dan penghinaan di Jepang, walopun bukan seperti di Amerika.”

Sumber : http://tanyakenapa.blogspot.com

Jumat, 25 Juli 2008 | 16:20 WIB

WASHINGTON, JUMAT – Siapa menyangka kebiasaan orang desa di masa lalu yang menjilati kulit yang sakit ternyata bermanfaat. Baru-baru ini, para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka.

Tim peneliti tersebut menemukan bahwa histatin, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri, juga bertanggung jawab atas penyembuhan luka. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) edisi teranyar.

Penelitian itu menjanjikan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena mungkin dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi seperti krim antibiotik dan alkohol gosok.

“Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar,” kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut, seperti dikutip Xinhua.

“Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka,” kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal. Penelitian tersebut juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang.

WAH
Sumber : Antara

Selasa, 12 Agustus 2008 | 02:36 WIB

JAKARTA, SELASA – Siap menyangka layang-layang yang selama ini hanya sekadar pelampiasan hobi dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Para peneliti di Universitas Delft Belanda telah membuktikan bahwa sebuah layang-layang yang diterbangkan dapat menghasilkan listrik 10 kilowatt.

Dalam demonstrasi tersebut, pakar energi terbarukan Prof Wubbo Ockels menggunakan layang-layang yang memiliki luas permukaan 10 meter persegi. Untuk menghasilkan listrik di generator, ia memanfaatkan uluran tali saat layang-layang bergerak naik. Saat layang-layang sampai pada ketinggian maksimum, tali digulung kembali dan proses tersebut diulang dari awal.

Pada percobaan berikutnya, ia dan timnya akan menguji layang-layang bernama Laddermill yang dapat menghasilkan listrik 50 kilowatt. Target jangka panjang yang ingin dicapai adalah membangun jaringan layang-layang untuk membangkitkan listrik hingga 100 megawatt.

Potensi layang-layang untuk menghasilkan listrik juga pada kemampuannya melayang sangat tinggi. Pemasangan kincir pada layang-layang berpotensi menghasilkan daya putar lebih baik daripada kincir angin di darat. Untuk menyalurkannya menggunakan tali konduktor sebagai pengganti kabel.

Sebagai perbandingan pada ketinggian 80 meter, kecepatan angin rata-rata 5 meter per detik. Pada ketinggian 800 meter, kecepatan angin rata-rata 7 meter perdetik. Karena energi yang dikumpulkan sebanding dengan pangkat tiga dari nilai kecepatannya, kincir pada ketinggian 800 meter mampu membangkitkan energi lima kali lipat kincir yang sama pada ketinggian 80 meter. Membangun tiang kincir angin hingga setinggi 800 meter bisa dikatakan tak ekonomis. Namun, menerbangkan layang-layang pada ketinggian tersebut memungkinkan.

Beberapa ilmuwan sebelumnya telah mengeksplorasi pemanfaatan layang-layang untuk membangkitkan listrik. Pada 2007, Google juga menyalurkan dana filantrofinya kepada perusahaan layang-layang Makani di AS senilai 10 juta dollar AS. Sebuah perusahaan Italia bernama Kitagen juga tengah mengembangkan sistem jaringan layang-layang yang dikembangkan untuk membangkitkan listrik hingga hitungan gigawatt setara sebuah fasilitas pembangkit listrik komersial.

WAH
Sumber : PHYSORG

Kamis, 14 Agustus 2008 | 17:00 WIB

BOGOR, KAMIS – Institut Pertanian Bogor (IPB) membagikan 200 tungku sekam padi bagi 16 desa di sekitar kampus, untuk mengantisipasi makin tingginya harga bahan bakar minyak (BBM). Ketua tim peneliti tungku sekam IPB, Dr Irzaman mengatakan tungku sekam padi dapat menjadi alternatif pengganti kompor minyak tanah maupun kompor gas karena persediaan bahan bakar tersebut makin menipis dan harganya makin mahal.

“Sasaran penggunaan tungku sekam ini adalah desa-desa lumbung padi, dengan pertimbangan pasok sekam padi melimpah,” kata Irzaman yang juga Ketua Departemen Fisika, FMIPA IPB tersebut, dalam penyerahan tungku sekam padi di Desa Petir, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor, Kamis (14/8). IPB membuat 1.100 buah tungku dalam program padat karya yang digelar pada 14 Juli hingga 14 Agustus dan diikuti 21 peserta dari tujuh desa sekitar IPB dan Tasikmalaya.

Irzaman mengatakan, dibandingkan minyak tanah dan gas, tungku dengan bahan bakar sekam padi jauh lebih murah. Untuk proses memasak selama 9-12 jam diperlukan tiga karung sekam yang dijual dengan harga Rp3.000 per karung isi 10 kg. Nilai energi sekam memang lebih rendah dibanding briket batu bara muda yang mengandung energi 5.500 kkal/kg, minyak tanah 8.900 kkal/liter, dan elpiji 11.900 kkal/kg. Sedangkan panas pembakaran sekam hanya 3.300 kkal/kg.

Meski demikian, sekam dapat menghasilkan panas dan efisiensi energi yang cukup signifikan sebagai pengganti minyak tanah maupun gas. Berdasar hasil penelitian FMIPA, untuk mendidihkan enam liter air dengan menggunakan sekam padi diperlukan waktu 12-18 menit dengan biaya Rp300 sedangkan dengan menggunakan gas diperlukan waktu 11 menit dengan biaya Rp500 dan minyak tanah selama 25 menit dengan biaya Rp350.

Selain itu, hasil pembakaran sekam padi berupa abu dapat digunakakan sebagai abu gosok maupun untuk pupuk, kata dia. Salah satu kelemahan tungku sekam padi adalah asap yang dihasilkan.

“Namun asap bisa dikurangi jika sekam dijemur hingga kering terlebih dahulu karena 10 persen kandungan sekam adalah air. Saat ini kami juga tengah menguji penambahan cerobong pada tungku sehingga asap tidak ke mana-mana,” katanya.

Ia menambahkan, dari 1100 tungku yang dibuat, 200 dibagikan kepada warga desa dan sisanya bisa dijual dengan harga Rp80.000 untuk tungku ukuran kecil, Rp150.000 ukuran sedang, dan Rp900.000 untuk tungku ukuran besar yang bisa digunakan oleh industri kecil.

“Untuk tungku ukuran besar ini, sudah banyak industri kecil yang memesan,” kata Irzaman.

WAH
Sumber : Antara

1. PENCIPTAAN MANUSIA :
Dari manakah manusia berasal? Jika menilik dari Injil dan Kitab Suci, memang sangat jelas dikatakan bahwa Tuhanlah pencipta manusia (Kitab Kejadian Pasal 1). Tapi bagaimana proses penciptaan itu sebenarnya?

Charles Darwin pernah menawarkan teori bahwa manusia adalah hasil evolusi dari kera. Jika demikian halnya, maka “seharusnya” manusia akan terus berevolusi menjadi mahluk yang lebih baik. Namun faktanya, sudah lebih dari 2000 tahun, tidak ada perubahan pada manusia. Apakah itu berarti evolusi berhenti?

2. JALAN BIMINI :
Para diver (penyelam) yang tentu pernah melihat sebentuk jalan setapak di bawah laut utara Pulau Bimini di Kepulauan Bahama. Banyak orang berpendapat jalan setapak itu dibuat oleh alam. Namun penataan batu jalan itu menimbulkan pertanyaan lanjutan karena terlalu “rapi”. Beberapa ahli menduga jalan itu adalah bagian dari Kota Atlantis (seperti yang ditulis oleh Plato beberapa abad silam). Tapi hingga hari ini belum ada bukti tambahan mengenai keberadaan “kota yang hilang” itu. Dan Jalan Bimini masih menjadi pertanyaan : apakah jalan itu dibuat alam atau manusia? Siapa pembuatnya?

3. BOLA CAHAYA MARFA :
Disebut juga “Bola Cahaya Hantu”. Pertama kali terlihat tahun 1880 di sebelah barat kota Marfa, Texas. Cahaya itu dideskripsikan sebesar bola basket, melayang dengan ketinggian pundak manusia. Biasanya berwarna putih, kuning, orange, merah, dan kadang-kadang biru atau hijau. Bola-bola itu biasa terbang mengelilingi daerah tertentu, kemudian menghilang dengan sendirinya. Hingga hari ini, cahaya itu masih sering tampak. Tidak ada penjelasan, apa sebenarnya cahaya-cahaya itu.

4. MISTERI HILANGNYA JIMMY HOFFA :
Dikenal sebagai Pimpinan Buruh Amerika yang paling berpengaruh di tahun 1950 – 1960, Jimmy Hoffa adalah figur yang telah mengubah wajah dunia perburuhan Amerika. Tanggal 30 Juli 1975, Hoffa menghilang di tempat parkir Detroit dan tidak pernah ditemukan lagi. Salah satu teori yang diyakini adalah Hoffa dibunuh oleh Anthony Jack Giacalone, seorang pimpinan geng New Jersey. Mayat Hoffa disebutkan dikubur di bawah fondasi stadion The Giants, Detroit. Ketika dilakukan penggalian di fondasi stadion tersebut, mayat Hoffa tidak ditemukan.

5. MOTHMAN :
Mothman adalah salah satu urban legend yang cukup terkenal di daerah Virginia. Mothman digambarkan adalah mahluk bersayap dan setinggi manusia, bermata merah, kadang muncul tanpa kepala dan mata merahnya ada di dada. Pertama kali ditemukan di daerah perkuburan di Virginia tahun 1926. Hingga hari ini, polisi masih menerima laporan mengenai kemunculan Mothman. Siapa dia? Tidak seorang pun yang tahu. Secara umum, tidak pernah ada laporan ada orang yang diserang Mothman.

6. JACK THE RIPPER :
Terkenal sebagai pembunuh misterius di tahun 1888, identitas Jack The Ripper hingga hari ini tidak pernah terungkap. Korbannya adalah wanita tuna susila yang dibunuh dengan cara mutilasi yang cukup handal dan sempurna, membuat para polisi berpikir Jack adalah seorang dokter bedah. Walau sudah banyak buku, film, dan teori yang dipublikasikan, identitas Jack The Ripper tetap misterius dan belum ada satu pun bukti yang bisa menjelaskan jati diri sebenarnya.

7. THE BABUSHKA LADY :
Jika Anda pernah menyaksikan rekaman pembunuhan Presiden John F. Kennedy di Dallas tahun 1963, perhatikan di sudut kanan rekaman itu. Ada seorang wanita berkerudung babushka (selendang buatan Rusia) yang tampak merekam kejadian. Wanita itu diyakini sebagai orang yang punya peranan penting dalam mengungkap kasus pembunuhan John F. Kennedy karena dia berada pada posisi yang sangat dekat dengan korban saat kejadian itu terjadi. Dalam rekaman itu, terlihat wanita tersebut memegang kamera, dan merekam kejadian.

Anehnya, wanita itu tidak pernah ditemukan. Pihak FBI telah meminta wanita itu untuk menyerahkan rekaman itu demi membantu FBI menemukan pembunuh Presiden Amerika. Namun wanita itu tidak pernah muncul. Siapakah dia? Bagaimana dia bisa berdiri begitu dekat dengan mobil Presiden? Tidak ada orang yang tahu hingga hari ini.

8. ZODIAC KILLER :
Salah satu pembunuh paling cerdas yang tidak pernah tertangkap hingga hari ini adalah Zodiac Killer. Tahun 1960, Zodiac Killer melakukan usaha pembunuhan terhadap 7 orang di California Utara. Lima korbannya meninggal, dan dua terluka parah. Awalnya, polisi kesulitan mencari jati diri pembunuh. Sebulan setelah pembunuhan pertama, sang pembunuh mengirimkan surat kepada polisi dan mengklaim dirinya bernama Zodiac Killer, serta menantang polisi untuk menangkapnya.

Setelah aksi pembunuhan ke-7, Zodiac Killer tiba-tiba lenyap. Apakah dia telah terbunuh? Dan siapa dia sebenarnya? Tidak ada orang yang bisa menjelaskan.

9. OGOPOGO :
Jika mahluk Danau Loch Ness bernama Nessy sudah terbukti adalah palsu, maka lain halnya dengan Ogopogo. Mahluk yang mirip dengan Nessy (berleher panjang, bertubuh besar, dan berkepala seperti kadal) ini adalah mahluk misterius yang muncul di Sungai Okanagan, Canada. Banyak saksi yang berhasil merekam foto mahluk ini. Namun tidak seorang pun yang berhasil menangkapnya. Mahluk yang juga dikenal dengan nama Naitaka ini kini menjadi maskot Taman Keilowa, Canada. Apakah Ogopogo benar-benar ada? Benarkah dia adalah reptil purbakala yang masih hidup? Tidak ada bukti kongkret yang bisa menjelaskan keberadaannya hingga hari ini.

10. SHAG HARBOUR INCIDENT :
Adalah sebuah insiden ledakan misterius yang terjadi di Pelabuhan Shag, Nova Scotia, tanggal 4 Oktober 1967. Sebuah benda menghantam Pelabuhan Shag pukul 11.20 malam, menimbulkan ledakan hebat. Tidak ada korban jiwa. Para saksi melihat benda itu seperti “piring terbang”. Tidak lama kemudian, tempat itu segera ditutup. Pihak militer Canada segera berdatangan. Dalam waktu sekejap, tempat itu dibersihkan dan puing2 segera diangkut. Insiden itu terkesan sangat ditutup-tutupi. Apa sebenarnya yang terjadi? Benarkah piring terbang yang jatuh? Pemerintah Canada tidak pernah mengeluarkan statement apapun mengenai hal ini. Dan hingga hari ini, misteri ini tidak pernah diungkapkan.
__________________

Senin, 25 Agustus 2008 | 17:41 WIB

SAN FRANSISCO, SENIN – Pemanfaatan listrik tanpa kabel mungkin tak lama lagi digunakan pada alat-alat elektronika. Intel yang selama ini dikenal sebagai rajanya prosesor komputer telah memperkenalkan teknologi yang memungkinkan baterai ponsel atau laptop diisi ulang tanpa dicolokkan ke stok kontak.

“Mimpi untuk menyembunyikan sumber energi merupakan sesuatu yang menakjubkan,” ujar Justin Rattner, pejabat tinggi Intel. Teknologi tersebut didemonstrasikan dalam Intel Developer Forum yang berlangsung di San Fransisco baru-baru ini.

Intel menyebutnya WREL (wireless resonant energy link). Sebelumnya teknologi tersebut disebut WiTricity, kombinasi antara wireless (nirkabel) dan electricity (listrik).

Peneliti Intel Alanson Sample memperlihatkan bagaimana bola lampu 60 watt menyala meski tidak ditancapkan di fitting. Lampu tersebut dapat menyala karena mendapat sumber listrik yang berada satu meter di dekatnya.
Meski tak terhubung dengan kabel, listrik tetap dapat diguanakan dengan teknik yang disebut induksi magnet. Intel mengembangan teknologi yang pertama kali diperkenalkan Marin Soljacic, seorang fisikawan Institut Teknologi Massachusetts (MIT).

Cara kerjanya mirip dengan penyanyi yang berlatih vokal dengan gelas. Getaran yang dikeluarkan pita suara mengalir melalui udara dan diserap ruang udara di dalam gelas sehingga ikut bergetar.

Pada listrik, sumber energi dialirkan ke dalam antena untuk membentuk medan magnet di sekitarnya. Alat penerima yang dihubungkan ke alat-alat listrik akan menyerap energi dari medan magnet tersebut dan menyimpannya. Tingkat efisiensi energi yang berhasil diserap saat ini telah mencapai 90 persen.

“Tahap selanjutnya saya kira mencoba menggunakannya pada laptop dan ponsel sehingga kita harus memperkecil ukuran kumparan hingga seukuran alat elektronika tersebut,” ujar Sample. Intel memperkirakan teknologi tersebut baru mulai dikomersialkan paling cepat setelah lima tahun ke depan.

WAH
Sumber : BBC

Sekdes Ditahan Karena Mencuri Raskin

KUAPNG, PK — Sekretaris Desa (Sekdes) Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Yeskial Beis, S.Th, diduga mencuri raskin (beras bantuan untuk keluarga miskin) di kantor desa setempat, Minggu (24/8/2008) pukul 21.00 Wita. Beis ditangkap anggota Linmas, Victor Runasi dan Sat Pol PP, Samuel Runasi dan sudah ditahan di Mapolsek setempat.
Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD), Soleman Runesi dan tokoh masyarakat, Yacob Kapitan menyampaikan hal tersebut di hadapan ketua dan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Jusuf Dominggus Lado, Aljeri Esau Monas dan Samuel Djami, di ruang rapat fraksi DPRD setempat, Senin (25/8/2008).
Soleman yang didampingi beberapa tokoh masyarakat asal Desa Oebesi itu, mengatakan, Sekdes Yeskial diduga telah mencuri tiga karung raskin dari kantor desa setempat. Beras tersebut merupakan sisa pambagian raskin sebanyak 16.835 kg dari 17 ton yang dibagikan kepada 434 KK miskin pada bulan Juli 2008.
Menurut dia, ke-434 KK ini sebanyak 313 KK di antaranya mendapat jatah masing-masing 40 kg/KK sedangkan 21 KK lain masing-masing 15 kg/KK. Jadi, kata Soleman, masih sisa 925 kg atau 62 karung raskin.
Namun, kata Soleman dalam perjalanan waktu, ke- 62 karung beras raskin tersebut terus berkurang dan akhirnya sisa hanya lima karung. Ketika itu, masyarakat mulai curiga dan terus mengawasi keberadaan beras tersebut.
Menurut dia, Minggu (24/8/2008) pukul 21.00 Wita, sekdes akhirnya tertangkap tangan saat mengambil dan mengangkut beras itu menggunakan sepeda motor Honda Suprafit DH 2454 KB miliknya. Saat itu, kata Soleman, dia kepergogok dan akhirnya tertangkap dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Setelah ditangkap, menurut Soleman, ia langsung dibawa ke Mapolsek setempat untuk dimintai keterangan dan langsung ditahan.
“Saat ini dia masih ditahan,” katanya dibenarkan Yacob Kapitan dan kawan-kawan.
Menurut Yacob, gerak gerik sekdes selama ini sudah dicurigai dan akhirnya terbukti ketika tertangkap tangan.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Jusuf Dominggus Lado mengatakan, beras tersebut merupakan hak masyarakat miskin sehingga harus dibagi habis dan tidak boleh ada sisa. Ia juga mempertanyakan sisa beras sebanyak 62 karung tersebut.
Jusuf berjanji akan memanggil Kades Oebesi, Gabriel Banih dan Camat Amarasi Timur, Daniel Ton, hari ini, Selasa (26/8/2008), untuk memberikan penjelasan terkait persoalan ini.
Hal senada juga disampaikan Aljeri Esau Monas. Menurut dia, ada dugaan keterlibatan aparat desa dalam persoalan ini, sehingga perlu diusut hingga tuntas. Sedangkan Samuel Djami meminta pemerintah harus menyikapi agar masyarakat jangan menjadi korban.
Sementara Bagian Ekonomi yang diwakili Ondy Siagian, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, sesuai SK Bupati Kupang, penerima raskin di Desa Oebesi sebanyak 266 KK. Namun, menurut dia, tidak menutup kemungkinan kepada desa mengambil kebijakan untuk menambah jumlah penerima. (mas)

Senin, 21 Januari 2008 | 16:01 WIB

JAKARTA, SENIN – Sebagian di antara Anda pasti sudah tahu bahwa penguin hanya ditemukan di Kutub Selatan. Jangan harap bertemu burung yang kelihatan imut-imut itu di kutub utara.

Meski serupa, sama-sama daratan di ujung planet Bumi yang didominasi es, kutub utara dan kutub selatan menyimpan banyak perbedaan. Penguin hanya salah satu contoh perbedaan saja.

Wilayah es Arktik di kutub utara pada dasarnya merupakan lautan beku yang dikelilingi daratan yang sering disebut lingkaran Arktik (Arctic Circle). Sebaliknya, Antartika di kutub selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan.

Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia. Maka jangan heran kalau Pangeran Mohammed Al Faisal dari Saudi Arabia pernah berencana mengangkut 100 juta ton es dari Antartika ke negaranya.

Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius. Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius.

Karena suhu yang lebih hangat ini, terbentuknya lubang ozon di atas kutub utara tidak separah kutub selatan. Sebab, suhu yang lebih hangat menyebabkan pembentukan awan stratosfer yang merusak lapisan ozon lebih sedikit. Meski demikian, lapisan stratosfer di atas kutub utara mengalami pendinginan dari tahun ke tahun sehingga lubang ozon semakin besar. Mungkin tak akan sebasar lubang ozon di Antartika yang mencapai luas benua Eropa.

Daratan es yang didominasi lapisan es tipis di Arktik lebih mudah retak saat musim panas tiba. Bahkan, laporan terakhir menyebutkan, ratakan es telah melanda seluruh bagian Arktik saat tiba musim panas. Di Antartika retakan lapisan es melanda wilayah-wilayah tepian saja namun sekali lepas, pulau es yang mengapung bisa berlayar dari Antartika sampai ke Selandia Baru.

Sampai saat ini, wilayah Kutub Utara masih menjadi rebutan di antara negara-negara adikuasa. Russia sudah buru-buru mengklaim kekuasaannya di kutub utara dengan menancapkan bendera di dasar perairannya tahun lalu. Russia sudah menyipakan pengeboran gas di Lomonosov Ridge, barisan pegunungan bawah laut pada kedalaman 1920 meter untuk memperoleh 10 miliar ton gas.

Tetapi, AS juga tak mau kalah dengan mengirim kapal pemecah es Coast Guard untuk memetakan kembali batas wilayahnya di Alaska sebelum lapisan es di sana terus menyusut karena pemanasan global. Badan Survei Geologi AS memperkirakan terdapat kandungan minyak di bawah Arktik sampai seperempat kandungan minyak dunia.

Meski Kutub Selatan diperkirakan juga menyimpan minyak terutama di sekitar Laut Ross, kemungkinan ditambang saat ini sangat kecil. Antartika telah mendapat perlindungan sesuai Traktat Antartika yang melarang siapapun melakukan segala bentuk eksplorasi minyak dan menjadikan Antartika kawasan damai serta riset bersama.

Sepanjang sejarah, Antartika memang tidak pernah dikuasai siapapun dan tidak ada penduduk asli di sana. Kontras sekali dengan wilayah lingkaran Arktik yang terdapat beberapa kota berpenduduk seperti Barrow di Alaska, Tromso, Norwegia, serta Muramansk dan Salekhaard, Russia. Di kutub utaralah orang-orang Eskimo bermukim.

Selain itu juga, hanya di Arktik saja beruang kutub bisa ditemukan secara alami. Mungkin ini juga alasan paling kuat mengapa penguin yang hanya ditemukan di kutub selatan tidak pernah menggunakan sayapnya untuk terbang. Hidup di wilayah kekuasaan masing-masing, penguin dan beruang kutub sama-sama makan ikan dan menempati puncak rantai makanan.(LIVESCIENCE/WAH)

WAH
Sumber : LIVESCIENCE

JAKARTA, SABTU – Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi. Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensi sumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.

“Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya,” kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungan sumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara).

Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa Titan tidak dapat ditinggali manusia. Menurut mereka, permukaanya tidak mengandung air, melainkan hidrokarbon cair dalam bentuk methane dan ethane, sementara daratannya terbentuk dari tholins. Kondisi ini diduga serupa dengan Bumi pada waktu sebelum ada kehidupan.

“Kami memperkirakan kodisi serupa juga terdapat di daerah kutub selatan, namun kami belum tahu berapa jumlah kandungan cairan disana,” kata Ralph. Menurut dia, data ini penting karena umur hidup Titan tergantung dari berapa banyak jumlah methane yang terkandung dalam zat cair disana.

Lanjutnya, jika kandungan methane habis, maka suhu disana akan semakin dingin, yang saat ini diketahui minus 179 derajat Celcius. Asumsi sementara, kandungan methane tersebut semakin berkurang melalui letusan gunung api, yang diperkirakan telah menyebabkan fluktuasi suhu yang dramatis di masa lalu.

“Memahami kompleksitas yang terjadi di Titan dapat membantu kita memahami asal-usul kehidupan di alam semesta,” kata Ralph.(SPACE.COM/C3-08)